Senin, 30 Maret 2009

Tagged Under:

Isi Tugas Ilmu Alamiah Dasar

By: Unknown On: Senin, Maret 30, 2009
  • SHARE THIS
  • Nama : Larry Allan Engelbert Mapaliey
    NIm : 08311093
    Jurusan/Semester : Pendidikan Bahasa Jepang / II


    Apakah Rasa Ingin Tahu manusia Dapat Dipuaskan?

    Rasa ingin tahu manusia tidak dapat terpuaskan. Sebab, jika salah satu persoalan dapat dipecahkan, maka timbul persoalan-persoalan lainnya yang menunggu penyelesaiannya. Akal budi manusia pun tidak pernah puas dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Selalu timbul keinginan untuk menambah pengtahuan. Rasa ingin tahu pula yang mendorong manusia untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul dalam pikirannya.

    Dengan akal budi yang dimilikinya, pada manusia timbul rasa ingin tahu yang selalu
    berkembang. Rasa ingin tahu itu tidak pernah dapat dipuaskan. Dalam benaknya manusia
    selalu bertanya karena keingintahuannya : apa sesungguhnya (know what), bagaimana sesuatu
    terjadi (know how), dan mengapa demikian (know why) tentang benda dan peristiwa yang
    terjadi di sekitarnya, termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendiri. Rasa ingin tahu ini
    mendorong manusia untuk memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam, baik alam besar
    (makrokosmos) maupun alam kecil (mikrokosmos), serta berusaha memecahkan masalah
    yang dihadapi, sehingga akhirnya manusia dapat mengumpulkan pengetahuan.
    Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan
    perbendaharaan pengetahuan pada manusia. Pengetahuan yang diperoleh ini akhirnya tidak
    terbatas pada obyek-obyek yang dapat diamati dengan pancaindra saja atau meliputi
    pengetahuan tentang kebutuhan praktis sehari-hari, tetapi juga masalah lain yang berhubungan
    dengan baik atau buruk, indah atau tidak indah, dan sebagainya.
    Dengan meningkatnya kemampuan mengingat dan berpikir, manusia dapat
    mendayagunakan pengetahuan terdahulu dan kemudian menggabungkan dengan pengetahuan
    yang baru sehingga menghasilkan pengetahuan yang lebih baru lagi. Proses demikian terus
    berlangsung sehingga terjadi akumulasi pengetahuan seperti yang kita rasakan dewasa ini.
    Perkembangan pengetahuan lebih dipermudah atau diperlancar lagi dengan adanya tukar-
    menukar informasi mengenai pengetahuan dan pengalaman manusia yang satu dengan yang
    lain sehingga akumulasi pengetahuan berlangsung lebih cepat.

    0 comments:

    Posting Komentar

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...