Minggu, 21 Desember 2008

Tagged Under: ,

Isi paper Nihon Jijo: KYOGEN

By: Unknown On: Minggu, Desember 21, 2008
  • SHARE THIS
  • Kyogen bisa berarti:
    1. Teater humor tradisional Jepang yang merupakan perkembangan unsur humor pertunjukan Sarugaku. Kyogen dan Noh merupakan seni tradisional Jepang yang sama-sama berakar dari Sarugaku. Sejak zaman Meiji, istilah Noogaku atau Nohgaku sering digunakan untuk menyebut Noh dan Kyogen.

    2. Salah satu jenis pertunjukan Kabuki yang disebut Kabuki-Kyogen atau cukup disebut Kyogen.

    ASAL-USUL
    Kyogen berasal dari "Kyogen Kigo" yang merupakan Istilah Agama Buddha untuk kata berbunga-bunga atau cerita yang tidak masuk diakal. Istilah Kyogen-Kigo sering dipakai kritikus sastra sewaktu mengkritik cerita roman dan puisi. Istilah ini kemudian digunakan untuk salah satu unsur Sarugaku berupa pertunjukan monomane(seni meniru gerak-gerik dan cara berbicara secara humor). Sejalan dengan perkembangan Sarugaku, istilah Kyogen akhirnya dipakai sebagai sebutan untuk teater humor pada pementasan Noh.
    Dalam konteks sehari-hari istilah Kyogen dalam bahasa Jepang bisa berarti tindakan untuk menipu orang lain(orang yang pura-pura dirampok disebut Kyogen-goto), berbohong atau bercanda, atau tarian yang memancing tawa.

    NAMA PERAN
    Sama halnya dengan Noh, peran utama dalam Kyogen disebut Shite. Peran pembantu disebut Ado, berbeda dengan Noh yang menyebutnya sebagai Waki. Jika ada lebih dari dua peran Ado, maka peran tersebut disebut Ado 1 dan Ado 2. Selain itu, istilah Ado hanya digunakan untuk peran pembantu yang paling menonjol, sedangkan selebihnya disebut Tsugi-Ado(sebutan menurut aliran Okura) atau ko-Ado(sebutan menurut aliran Izumi). Peran pembantu yang naik kepanggung secara berkelompok disebut Tachisu, sedangkan pimpinan kelompok peran pembantu disebut Tachigashira. Sebutan untuk peran seperti diatas sebenarnya jarang dipakai, Kyogen lebih mengenal sebutan untuk karakter yang tampil dalam cerita, misalnya: Shu atau Teishu(majikan), Tarokaja(pesuruh laki-laki), atau Suppa(penjahat).

    JENIS
    Secara garis besar, Kyogen dikelompokkan menjadi 3 jenis:
    1. Betsu Kyogen(Kyogen spesial)
    Penampilan aktor Kyogen yang memainkan karakter Sanbaso dalam pementasan cerita Noh yang berjudul Okina.

    2. Hon-Kyogen(Kyogen tunggal)
    Pementasan Kyogen secara tunggal dan bukan merupakan bagian pertunjukkan Noh, kalau disebut Kyogen biasanya mengacu pada Hon-Kyogen.

    3. Ai-Kyogen(Kyogen selingan)
    Kyogen yang dipentaskan sebagai bagian pertunjukan Noh.


    Hon-Kyogen masih dikelompokan menjadi beberapa jenis yang bisa berbeda-beda menurut zaman dan aliran. Ditahun 1792, Okura Torahirobon mengelompokan Hon-Kyogen menjadi:
    * Waki-Kyogen, cerita bertemakan kebahagiaan dan keberuntungan.
    * Daimyo-Kyogen, cerita bertemakan tuan dan majikan, Daimyo menjadi peran utama dalam cerita.
    * Shomyo-Kyogen, cerita bertemakan tuan dan majikan, pesuruh laki-laki yang disebut tarokaja menjadi peran utama.
    * Mukojo-Kyogen, cerita tentang menantu pria sebagai peran utama yang menumpang dirumah mertua, atau cerita humor kehidupan sehari-hari, seperti istri yang mengakali suami atau suami yang tidak bisa diandalkan.
    * Oniyamabushi-Kyogen, cerita tentang kematian Yamaraja atau Jin(Oni) sebagai peran utama(termasuk jin yang menyamar menjadi manusia) dan Yamabushi(pertapa yang berasal dari gunung) sebagai peran utama.
    * Shukkezato-Kyogen, cerita dengan peran utama pendeta, pendeta baru, atau Zato(tunanetra pengembara yang berpakaian mirip pendeta).
    * Atsume-Kyogen, cerita dengan tema yang tidak termasuk dalam Hon-Kyogen yang lain.

    ALIRAN
    Sesuai dengan tradisi lemoto, Kyogen sejak zaman Edo terbagi menjadi 3 bagian: aliran Okura, aliran Izumi dan aliran Sagi. Sekarang hanya tinggal dua aliran Kyogen yang tersisa, aliran Okuran dan aliran Izumi. Diparuh kedua zaman Muromachi hingga awal zaman Edo juga terdapat aliran Nantonegi yang berintikan seniman kalangan Jin-nin. Pada waktu itu sebagian besar kuil Shinto memiliki kelompok Sarugaku dan Manggaji orang yang disebut Jinnin untuk bekerja sebagai seniman sekaligus pesuruh. Menurut catatan sejarah, aliran Nantonegi tercatat sangat populer dizaman Muromachi, tapi ketenarannya mulai memudar diawal zaman Edo sampai akhirnya terserap kedalam aliran yang besar. Berbagai aliran kecil yang tidak begitu terkenal juga ikut punah, dan hanya meninggalkan naskah Kyogen yang sebagian sempat diterbitkan sebagai buku bacaan dizaman Edo.

    ALIRAN OKURA
    Aliran Okura merupakan satu-satunya aliran penerus tradisi Sarugaku Yamato. Keluarga Okura Yaemon Tora Akira yang pentas secara turun-menurun digedung teater Komparu-za mendirikan aliran ini diparuh kedua zaman Muromachi.
    Sekarang aliran Okura terdiri dari keluarga Yamamoto Tojiro(berpusat di Tokyo), Keluarga Okura Yataro(garis keturunan utama), keluarga Shigeyama Sengoro(berpusat di Kyoto), keluarga Shigeyama Chuzaburo(berpusat di Kyoto), kelompok Zenchiku Chuichiro(berpusat di Osaka dan Kobe), dan Zenchiku Juro yang berpusat di Tokyo.

    ALIRAN IZUMI
    Aliran Izumi didirikan Yamawakin Izumo no Kami Motonori asal Kyoto di awal zaman Edo. Sekarang aliran Izumi terdiri dari tiga percabangan keluarga: keluarga Nomura Matasaburo(berpusat di Nagoya, disebut juga fraksi Nomura), keluarga Nomora Manzo(berpusat di Tokyo, disebut juga fraksi Miyake), dan Kyogenkyodosha(berpusat di Nagoya, disebut juga fraksi Nagoya).

    Pustaka= id.wikipedia.org/wiki/kyogen

    0 comments:

    Posting Komentar

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...