Depresi, suatu keadaan yang tidak diinginkan orang untuk dialami. Dalam keadaan depresi orang menjadi suatu individu ‘mati’, orang depresi bagaikan zombie atau mayat hidup, karena orang depresi tidak memiliki motivasi apa-apa lagi. Keadaan depresi bagaikan diserang oleh Dementor, para penggemar novel Harry Potter pasti sudah tahu apa itu Dementor, orang yang diserang Dementor merasakan kebahagiaan telah hilang dari dunia dan tidak ada lagi semangat dalam hidupnya. Saya pernah baca buku The Magical World Of Harry Potter, disitu tertulis bahwa J.K Rowling menciptakan efek atau serangan daripada Dementor adalah suasana Depresi, J.K Rowling pernah mengalami depresi dan saya rasa hal itu sangat tidak menyenangkan, setiap orang pasti juga akan mengatakan hal yang sama dengan.
Kekecewaan merupakan salah satu penyebab depresi, biasanya saat orang kecewa semangatnya akan hilang, menyebabkan keadaannya terpuruk stress dan menghalam depresi. Depresi adalah keadaan seseorang yang menganggap dunia bukanlah tempatnya. Apakah saya menulis posting ini karena mengalami depresi? Tidak, tentunya, karena jika saya depresi saya tidak akan menulis artikel ini, mungkin saya akan menulis keluhan akan masalah yang membuat saya depresi.
Saat orang depresi, kira-kira hal apa yang akan dilakukannya? Saya yakin sebagian besar pikiran daripada orang yang membaca posting ini adalah mereka akan menjawab “SUICIDE/Bunuh diri”. Tidak semua orang yang mengalami depresi akan melakukan bunuh diri, itu semua tergantung dari berat tidaknya depresi atau masalalah yang menyebabkan orang itu depresi, kondisi kejiwaan dan kondisi lingkungan.
Bila masalahnya dianggap terlalu besar dan tidak ada sama sekali jalan keluar, orang yang depresi baru akan memilih jalan pintas dengan cara bunuh diri. Jika kondisi kejiwaan orang itu sangat labil(orang depresi kondisi kejiwaannya memang akan labil) dan tidak memiliki iman yang kuat, maka orang itu kemungkinan besar akan melakukan bunuh diri. Jika kondisi lingkungan sangat mendukung terjadinya bunuh diri karena depresi, maka sangat besar kemungkinan juga akan terjadi bunuh diri, contohnya; saat depresi yang sudah sangat berat orang itu sedang berada dikamar atau satu ruangan sendirian dan ada alat tertentu yang bisa digunakan untuk mengakhiri hidupnya, entah itu pisau dapur, silet, racun maupun tali jika terlihat oleh orang yang sedang depresi maka dalam pikiran orang itu aka mempertimbangkan untuk melakukan bunuh diri.
Dalam keadaan depresi berat, orang sulit untuk berpikir positif, oleh karena itu support positif dari orang sekitarnya sangat diperlukan, namun jangan dipaksakan, karena jika dipaksakan maka bisa berakibat depresinya semakin berat. Pendekatan agamis merupakan cara jitu untuk mengatasi depresi, karena orang depresi butuh suatu jaminan atau orang yang dipercaya dapat membantu dirinya mengatasi masalah yang membuatnya depresi. Mengingatkan dan meyakinkan dirinya akan keberadaan Tuhan dan Tuhan mampu untuk membantunya dapat mebuat kondisinya berangsur-angsur membaik, namun kalau kondisinya sudah sangat parah, penanganan professional dari psikolog akan sangat membantu dan kita juga jangan melupakan Tuhan, mintalah, berdoa kepada Tuhan agar mendapat keajaiban dan depresi akan dapat disembuhkan. INGAT! Depresi ringan pun dapat berakibat fatal.
Itu menurut saya, menurut anda bagaimana?
By: Allan Larry Engelbert Mapaliey



2 Juli 2010 22:54
hahahha.....gw suka depresi kalo dah tanggal2 tua :D maklum anak kots :P
3 Juli 2010 16:01
he? ngekost, hen?
Poskan Komentar